Posts

Showing posts from April, 2018

Eang :Pesan singkat untuk puan yang hilang.

I/ Eang Bedil yang telah engkau wariskan kepada kami Cucu-cucumu ! Telah dicuri oleh kawanan penjajah Juga harta yang sudah engkau titipkan telah dirampas oleh segelintir perompak bedebah Dari persembuyian Suara sepatu mereka berdenting diteras rumah kudengar Hentakan kaki mereka semakin jauh Hilang Tanpa jejak. II/ Eang Maafkan Kami lebih memilih diam Lebih berteman dengan kebingunan Tak mampu untuk melawan Sebab takut akan hukum dan hukuman Itulah mengapa kami harus kalah sebelum berperang Dan kehilangan warisan yang seharusnya terjaga. III/ Tapi Eang Ada satu yang mereka lupakan Buku tuamu Ia terselip di tembok, dekat lemari lusuh, disamping pintu kamar Hanya itu yang selamat dari kehausan mereka. IV/ Dan kini Eang Buku tuamu akan coba kubaca Akan coba untuk kupahami apa isinya Meski tidak begitu banyak yang dapat kumengerti nanti Itu akan kujadikan bekal Lalu kusulam menjadi tameng Kemudian membalas perbuatan mereka dengan pusaka terahirmu Pastinya...

Sepasang Kekasih

I. Biarkan hari mendefinisikan dirinya sebegai cinta. Seperti ingatan yang menghitung minggu sampai sabtu. Berulang-ulang sampai ia bosan. II. Biarkan pula cinta mendefinisikan dirinya sebagai hari. Seperti matahari yang menyambut pagi, lalu diendingkan oleh malam. III. Bayangkan ! Jika setiap hari selalu membicarakan tentang cinta, kemudia hari berikutnya tanpa kata itu lagi. Mau kau apakan ? Lahirlah sebuah pertanyaan bukan ? III. Cinta dan hari adalah sepasang kekasih. Itulah definisi dari tanya yang berputar. Tamat. Mataram, 26 April 2018

Menanti Titik Jenuh

Pengap sudah Asap-asap kesepian menggumpal pekat Membumbung ke langit-langit Dibawanya secuil imaji Berharap tuhan datang bersama kereta kencana Bidadari yang serupa dengan wajah tuan dan nyonya berada disampingnya Lalu mendekat ke logika yang sedang kosong Dengan sedikit sentuhan Tuan dan nyonya mencari celah  untuk mengahapus dunia yang telah dibangun oleh benci Namun tidak juga ditemukan "Eheemm" Tuan dan nyonya terkejut Tuhan rupanya telah bosan menunggu Diajaklah tuan dan nyonya kembali Ke syurga yang tak pernah dirindukan. Mataram, 19 April 2018

Perjalanan Sebuah Senja

Merupakan aku dan kau Bergeges mencari senja Di padang yang basah oleh jingga Membenarkan kecintaan pada senja Merupakan aku dan kau Menuju ilalang jalan berumput Berair dan licin Menyemaikan nafsu Hanya agar senja tak kecewa Sebab kita ditunggunya begitu lama Merupakan aku dan kau Tiba dengan seruan nafas Menghela sebab kecewa Ah tuan senja Kenapa cepat sekali kau tidurkan matamu Kenapa cepat sekali kau di telan lautan Sedang aku disini Menanti perjumpaan denganmu Loang Balok.

Sesuat Nada untuk Ayah

Ini ruang penuh dengan terik Mengepul hingga menjadi asap Dalam prasadar Gitar tua yang bersandar di lemari nampaknya ingin dijamah Senar yang hanya tinggal 3 Menawaekan diri untuk menemani Lalu mengajak bencengkrama "Jika kumainkan nada mayor apakah akan menghadirkan nada kebahagiaan ?, Lalu bagaimana dengan nada minor ?" Tanyaku. Dia menjawab. "Kau mainkan saja nadamu, perihal rasa kau tahu itu" Dalam ketidak sadaran Aku mulai bernyanyi seperti anak kecil Mengalunkan nada dan melagu Lepas itu terdiam Berbisik pada hati. "Aku ingin bahagia seperti ini"

!

Ada yang menghianati tuhan dengan cara mencintai manusia.

Fatamorgana

Waktu sudah menunjuk pukul 11:23 WITA. Mungkin siang akan jatuh cinta. Lalu sorenya, sudah tidak lagi. Mataram, 2018

Ringu

Katamu Suara yang keluar dari mulut bisu adalah kejujuran Lantas kau sambung "mada, nahu ne'e nggomi". Harus kujawab apa ? Sedang mulutku tak mampu melapalkan nada Hanya sedu sedang yang tertelan dalam mulut yang penuh dengan liur. "Klemboade" Kita berdua berucap, kemudian mematikan harap. Mataram, 16 april 2018.

Kita Melupakan Apa yang Seharusnya Kita Ingat.

Tuan, kata senja dalam lirik puisimu telah bosan didengar oleh camar. Sesekali cobalah untuk menulis hal yang berbeda Misalnya, nalayan yang meninggalkan jejak, namun jejaknya tidak selalu berbekas Atau pasir putih yang terkadang ditampar oleh deburan ombak namun tidak pernah berkata sakit Tetapi semua tergantung pilihanmu saja tuan, itu hanyalah sebuah saran dari penggemarmu Cukup kau tahu Kau adalah seorang penulis Tugasmu hanyalah menulis Dan penikmat tetap saja menjadi seorang penikmat Yang bebas untuk menginterpretasi bahkan memperkosa setiap bait-bait yang tertuang dalam sajakmu Tapi, sedikit saja kata senja dalam benih logikamu itu dihilangkan Sebab senja tidak selalu menyenja Ada jingga yang terlebih dahulu menyapa sore Mungkin tuan lupa, atau hanya berpura-pura ! Mataram, 19 April 2018 (03:21).

Aku Jalang

Aku jalang Kau tinggalkan di perempatan Gang buntu diujung rumah minera Disana tempatku berdiam Dalam lamunan yang kadang merenggang Menempa penghidupan dalan kematian Lampu kuning kujadikan nyawa Jika  mulai padam Aku akan berdiam Sebab aku Jalang. Mataram, 9 Arpril 2018