Eang :Pesan singkat untuk puan yang hilang.

I/
Eang
Bedil yang telah engkau wariskan kepada kami
Cucu-cucumu !
Telah dicuri oleh kawanan penjajah
Juga harta yang sudah engkau titipkan telah dirampas oleh segelintir perompak bedebah
Dari persembuyian
Suara sepatu mereka berdenting diteras rumah kudengar
Hentakan kaki mereka semakin jauh
Hilang
Tanpa jejak.

II/
Eang
Maafkan
Kami lebih memilih diam
Lebih berteman dengan kebingunan
Tak mampu untuk melawan
Sebab takut akan hukum dan hukuman
Itulah mengapa kami harus kalah sebelum berperang
Dan kehilangan warisan yang seharusnya terjaga.

III/
Tapi Eang
Ada satu yang mereka lupakan
Buku tuamu
Ia terselip di tembok, dekat lemari lusuh, disamping pintu kamar
Hanya itu yang selamat dari kehausan mereka.

IV/
Dan kini Eang
Buku tuamu akan coba kubaca
Akan coba untuk kupahami apa isinya
Meski tidak begitu banyak yang dapat kumengerti nanti
Itu akan kujadikan bekal
Lalu kusulam menjadi tameng
Kemudian membalas perbuatan mereka dengan pusaka terahirmu
Pastinya aku akan berdiri paling depan
Dan kupastian
Suaraku akan menjadi musuh yang mematikan
Meski  aku juga akan mati oleh  bedil kesayanganmu
Tak apa.

V/

Salamku untukmu Eang
Dari cucumu yang mencoba untuk tidak bungkam.

Karya: Megariana
Mataram, 21 Maret 2018.

Comments

Popular posts from this blog

Wajah Bulan

Pendosa

Mendung