Kekasih Senja

Bukan sekali kesah itu datang untuk bertamu
Kadang ia hadir menjadi mimpi
Menyaran lewat syair dan lagu

Sebagaimana mata yang tertutup dan hidup di dunia dimensi
Kau, masih saja berayun di taman kota
Menikmati senja yang masih menjingga
Hingga malam tiba
Kau usang dengan logika

Tibalah jua penantianmu diujung harapan
Hanya ada jarak dengan rayuan
Tak mampu kau definisikan
Cukup puisi yang mengintuisikan

:Malam kita memang berbeda, Sayang.

Gunung Sari, 1 Maret 2018

Comments

Popular posts from this blog

Wajah Bulan

Pendosa

Mendung