Yang Tabir adalah Hujan
Apa katamu hujan Tiba saja datang Membumbung bumi yang fana Melingkari jagad serumpun dunia Menyebar diantara belukarnya akar pepohan Menuju dahan dan ranting tua Hingga lepah di pergelangan jalan Menitik layaknya air mata seorang ibu yang sedang melagu Mengidungkan nyanyian kepada tuhan Bertanya akan kata hujan -mengapa engkau turun saat dunia sedang ingin tersenyum? Diam Hanya jawaban batu yang mampu membelai keresahan Lewat kebisuan Mungkin tertimbun jawab yang menyublin Sampainya peluru para malaikat menembus ke dalam rahang Tetap saja Jawabannya hanya diam ! Yang diperuntunkan hujan pada manusia yang kehilangan akal. Gebang, 17 Mei 2018