Renggina Menghianti Tuhan

Ini aku.
Hanya selembar kertas
Coba mencari pena lewat bukit tertinggi
Rencananya
Ketika pena itu kudapat
Aku akan mulai menulis sebuah puisi

Bayangku
Akan kubuat  4 bait puisi
Terdiri dari 4 kalimat
Lalu akan kuperhatikan penggunaan bahasa yang kugunakan
Baik dari segi semantik maupun morfologisnya
Ya, akan kuberikan juga sedikit metafor dan kusentuh ia dengan kajian pragmatik
Agar salah satu dari kalian bertanya
Makna puisiku ini apa sebenarnya.

Setelah itu
Aku akan memutar waktu ke zaman yang tak pernah dibayangkan oleh logika
Lalu diam sejenak disana (5 menit saja).
Kemudian kembali ke dunia nyata
Tepat ketika semua orang sedang sibuk dengan pekerjaanya.

Ini waktu menatap maju (Ucapku).
Pena dan kertasku telah habis menjadi oretan.
Saatnya kucetak dengan mesin ketik (supaya lebih menarik).
Lalu kupajang ia di belakang pintu kamar.
Dan ku ukir temannya dengan timesnewroman.
Kuketik ia dengan ukuran 16
Agar terlihat sedikit tegas.

          Renggina Menghianati Tuhan

:Megariana

Bale papuk, 27 Januari 2018

Comments

Popular posts from this blog

Wajah Bulan

Pendosa

Mendung