Opini

Biarkan hari ini di artikan oleh opini
Entah berapa paragraf sekalipun
Baik itu tentang matahari, Daun yang jatuh dari dahan, Kamar yang masih berantakan, Mata yang baru saja terbangun dari mimpi Atau pun bantal yang masih tertidur pulas
Ya meski nyamuk terbang dengan congkaknya
Pun belelang diatas atap yang masih bersembunyi
Dan tuhan yang masih di relung nirwana
Diamkan saja dia
Jangan kau usik sebab hari akan murka

Ini hari miliknya hari
Jadi biarkan hari merambat siang
Biarkan juga pagi menua atau mati
Pastinya tanya akan bertanya
Berputar kesana-sana
Dan diam.

: Apakah kau menjumpai cahaya lampu ketika pagi, siang, dan sore datang ?
Apakah tidak ada jawaban untuk tanya yang bertanya ?

Sayang kopi pahit sudah menunggu untuk di teguk
Ingin cepat-cepat mengalir di kerongkongan
Tentunya lidah akan menggerutu
Namun ini akan menjadi jeda diantara opini dan hari
Biarkan tanya bertanya lagi.
:Sudah berapa paragraf (tanyanya)
Entah mungkin baru satu kata (jawabnya)

: Sayang opini bukan kekasihmu hari.


Comments

Popular posts from this blog

Wajah Bulan

Pendosa

Mendung