Ketika Hujan
Dari bilik jendela
Ku intip butiran hujan yang jatuh
Lalu kuhitung satu persatu
Mulai jam 16:30 sampai 17:08
Genangannya sudah sampai di kaki ranting tua
Tetapi
Ini hujan tidak seperti biasanya
Ia datang dengan lembut, pelan, tenang tanpa kekhawatiran
Suaranya begitu sendu
Seperti melagu diatap rumah nenekku
Dan kuartikan ia sebagai irama kesunyian
Yang menari kala sore datang
Dan menghilang
Ketika ia mau hilang.
:Hilang!
:Megariana
Bale Papuq, 7 januari 2018
Comments
Post a Comment