Sumpah Pemuda (28 oktober 2017, Mataram)
Sejarah menjadi kristal kehidupan
Tonggak berdirinya cinta dan cita
Berasama debu yang menafsirkan diri sebagai penyemangat kemenangan
Berasama langit dan bumi yang menjadi saksi bisu sebuah kelahiranmu.
Putra putriku.
Jangan kau lupakan hari ini
Dengan api membara kami wariskan padamu
Sebuah hari dimana kebebasan menjadi impian sejati
Dimana darah yang bercucuran akhirnya berarti
Dimana air mata yang berguguran menjadi seruan kebahagiaan
Dimana kuburan penuh tanpa nisan
Namun
Tak usah kau peduli
Semua kulakukan untukmu.
Putra putriku
Hanya 3 bait yang bisa kutinggalkan untuk kalian
Yang dulunya kami buat dan kami jadikan ikrar perkempulan
Mata demi mata, Raga demi raga, Jiwa demi jiwa dalam satu rasa.
Putri putriku
Janganlah kau biarkan kebodohan menjadi budaya
Janganlah kau biarkan penindasan menjadi lukisan dirumah kita
Jangan hilangkan kepedulian hingga kalian saling menghina, menghujat, memaki.
Jangan biarkan hukum menjadi lukisan yang terpampang didinding kamar
Dan Jangan pula biarkan tikus lapar menjadi penghalang untuk menata masa depan.
Putra putrkiku
Jangan hanya mengaku berbangsa satu, bertumpah darah satu, berbahasa satu.
Sedang kau acuh tak acuh.
Putra putriku
Kenanglah hari ini
Dimana kami berkumpul
Berdebat tentang hidup di masa depan
Memutar otak untuk menulis janji diatas kertas lusuh
Tepat 28 oktober
Kita hidup menjadi manusia yang sebenarnya manusia
Menghapus kolonialisme
Menghapus semua yang tak bersangkut paut dengan hak manusia
Hanya untuk sebuah senyuman yang ada untuk kalian.
Putra putriku
Aku mencintaimu. Namun apakah kau mencintaiku ?
Salam pendahulumu, mayat yang menjadi bangkai didalam kuburan yang penuh harap.
Comments
Post a Comment