Mencari Tuhan

Aku adalah bingkai-bingkai air mata
Hadir dalam bentuk hujan
Bersama kata yang kususun
Agar dapat kau maknai

Percikanku seumpama mengambil potret nada disetiap petikan para pendakwah
Yang kusendiri tak tahu
Apakah itu benar atau salah

Ini ketiadaan berbentuk lukisan tak berupa
Membuat mutiara hati resah lada setiap arah jarum jam yanv memuatari dunia
Berputar tanpa arah dan tak kujumpai jua
Rupa yang sebenarnya

Kini aku
Kau
Dan kita
Hanya meyakini dalam kata
Seperti kita menatap pelangi
Dan kita katakan ia indah bersama warnanya.

Comments

Popular posts from this blog

Wajah Bulan

Pendosa

Mendung