Perjalan Menuju Rumahmu

Perjalan Menuju Rumahmu

Aku menyaksikan subuh datang.
Lalu azan kudengar.
Di relung langit, di pusaran badai,
Tasbih para pendakwah masih berputar.
Salawat pun tiba tanpa salam.
Disambung matahari yang mulai menunjukan rupanya (Sedikit cahaya membias kepelupuk mata).
Seperti delima merekah meruntuh hati.

:Detik memakan detik.
Menit di telan menit.
Jampun berdalih.

Aku masih hidup sebagai roda.
Mencarimu dalam hening, dalam hati yang mulai meragukan keturunan,
Dalam segala tanya yang ingin kulayangkan.

Tapi sayang, sore  tiba saja menyenja. Membuatku harus kembali pada dunia nyata. Sebelum kopi pahit kudapatkan.
Sebelum mata kaki ini benar-benar buta. Sebelum aku mendengar ombak bersahutan namun pasirnya tak terlihat.
Kutitipkan pesan lewat sungai nil.
"Aku ingin berjumpa denganmu di syurga".

Comments

Popular posts from this blog

Wajah Bulan

Pendosa

Mendung