Merindu

Wahai gerhana
Terangkanlah malam
Agar keresahan jiwa terselip diujung dahan
Lalu terbang layaknya angsa putih
Merekah di bundaran sinaranmu

Wahai gerhana
Selipkanlah redupmu
Diantara nyanyian subuh
Agar hati tenang menumpuh jalan setapak yang berlumpur
Tidak tenggelam dalam khayal
Lalu mati di telan bumi yang fana
:Hilang entah berantah kemana

Wahai gerhana
Kuartikan terangmu sebagai embun
Yang hadir ketika malam masih muda
Membawa kerinduan pada temaram
Terbang mengelilingi sudut hati
Membangunkan bunga (mawar) pada bulan september

Wahai gerhana
Tak ingin ku melukai sinaranmu
Dengan ego yang masih membeku
Keangkuhan yang masih menjadi keakuan

:Padamu

Sekerlip cahaya cinta
Dalam tidur nyanyian mimpi
Dalam kidung hari tua(ku)
Bersama(mu)

Kecintaanku
Gerhana ditiang sabit
Salip angan menjadi angin
Menyusuri mahsyar yang luas
Lalu berjumpa di rumah tua(baiti)
Bersma angsa putih
Jalan berlumpur
Bunga (mawar) yang merekah disudut jendela
Disaksikan pemuda-pemuda
Dalam khitbah

Kecintaanku
:Megariana

Comments

Popular posts from this blog

Wajah Bulan

Pendosa

Mendung