Wajah Bulan

Diatas langit
Dibawah bulan sabit
Dibawah secuil cahaya bintang yang hanya satu

Tempat cahaya menginai gersang rerumputan
Mengabadikan angin
Menggoyangkan pepohan berhias daun nan hijau
Seperti tarian memanggil hujan

Turus suara tuan muda
Dihela nafas terahir
Menghilir kepelupuk dada
Mengehentak lalu hening
Sepi
Angin mencoba menangkap ruapanya sendiri
Begitulah akhirnya
Sampai tak ada lagi yang perlu dipertanyakan.

Comments

Popular posts from this blog

Wajah Bulan

Pendosa

Mendung