Kala mendung Dipasi malam Wajah bulan Hancurkan petang Temani nyala lilin di tepian angan Tabir hitam Bergegas pergi Mendekap seluruh gelap Bernyanyi dalam sepi Berpaling dan menjadi intuisi harmoni Jika malam tak kunjung datang Titipkan salam kepadamu tuhan Dan jika bintang-bintang tak lagi bersinar Selipkan terang di ujung pagi.
Kerinduan ibarat seutas tali Semakin kuat terikat Semakin kuat jalinan nadi Pun malam ini Aku terbaring dalam alangalang mimpi Tak kuasa untuk membangunkan diri Sebab ingin kutemukan disini Cinta disebuah kuburan yang sepi. Oh tuhan Oh kekasihku Biarkan aku bernyanyi malam ini Menyanyikan kerinduan periperi Terbuai dalam khayal Dan mati bersana sepenggal harap. Salam pencintamu Sang pendosa
Samar samar Wajahmu terbayang Garisgaris dikelopak matamu Belahan tiap bibir bawahmu Garis keningmu Masih membayang Ahhh apakah aku merindukanmu? Bajingan betul rasa ini Ingin kumatikan Lalu kukubur dalamdalam Tapi Tetap saja Hatiku menang Logikaku menghilang Megariana Kau apakan diriku? Tak bisa lagi kumentap warnawarni bidadari Tak bisa lagi kumengukir rupa kekasih sejatiku Sebab kau Telah menjelma menjadi Setan yang begitu indah didalam hatiku
Comments
Post a Comment