Harmoni Nostalgia
Lama sudah bumi berputar
Menyisakan kepingan cerita
Diantara jembatan tua
Dengan krikil kecil yang tersenyum
Mengabadikan momen kala itu
Kau dan aku
Membuat cerita ketika siang
Terik sinaran mentari menjadi potret masa itu
Aku bersandar di bahumu
Sambil tersenyum kau berkata
:mari pulang, nenek sudah menanti dengan masakannya.
Kakiku bergetar
Meronta untuk melangkah
Namun bengkakan di pergelangan
Membuat anganku menjadi asa
Kita berdiskusi
Bagaimana cara untuk bisa pulang
Perlahan
Kau
Membangunkan tubuhku yang masih asik duduk diantara kerikil dan bebatuan
Lalu kau bungkukkan badanmu
Kau lagi-lagi berkata
: mari kudgendong biar bisa pulang
Aku tersenyum
Kau tersenyum
Kita menikmati setapak demi setapak jalanan sawah
Di kerumuni rerumputan liar
Dan pada akhirnya
Bukan makanan yang kita dapatkan ketika masuk ke halaman rumah
Melainkan omehan nenek tua dengan congkaknya
Lalu kita diam
Tertawa lepas bersama
Dasar moment sialan.
Comments
Post a Comment