Hanya secarik Puisi

Jika terlalu sulit kubahasakan puisi
Lalu bagaimana baitbait bisa dimaknai

Sejenak saja.
Pada dinding hati.
Kuhaturkan tanya.
Mengapa awan hadirkan hujan?
Mengapa pohon hadirkan dedaunan?
Mengapa air hadirkan kesejukan?
Mengapa manusia dihadirkan?

Mungkin cerita rakyat sudah kau diperdengarkan oleh para leluhur untukmu
Dan kau percayai meski sekedar cerita ilusi
Tak bisa dijelaskan logika
Namun benar adanya

Beginilah caraku
Mengais air lidah sendiri
Untuk yang aku cinta
Tak pernah kujumpa
Halayak orang gila kubertanya
Namun mereka tak pernah melihat kau siapa
Anehnya mereka juga percaya

Kukirim surat lewat merpati
Untukmu
Sayangku
Jika kau terlalu sibuk
Waktu waktu itu membunuh harimu
Aku akan menunggu
Dan aku ingin berjumpa
Diantara wewangian si jannati
Sebab tak kuasa jika aku bertemu didepan teriakan anjing

Comments

Popular posts from this blog

Wajah Bulan

Pendosa

Mendung