Cinta Dalam Geduh Kopi

Seraut wajahmu kasih
Masih menghujam diantara aliran darah disetiap nadi
Mengental
Menjatuhkan air mata yang belum siap untuk keluar

Direlung kesunyian.
Teramat kusadari
bayangbayang suasana jahanam
Diantara pepohon yang sujud.
Diantara nyanyian ombak kala sore itu
Ketika matahari menuju senja
Menjadi saksi kecil saat kucium kening kecilmu.

Apakah aku yang salah atau memang waktu yang salah.
Kita duduk diatas kereta kuda seperti pengantin. Berjalan menuju singgasana yang semua orang rindukan.
Tapi tiba saja kau bilang sampai disini.?

Siapa yang salah ?

Matahari mulai mematikan diri
Kau diam
Aku diam
Dan bibir mungilmu berbisik ditelinga kananku tanpa kusadari.
:aku hanya bercanda, tidak mungkin aku pergi meninggalkanmu sedang sayapku masih kau peluk erat sayang.

Comments

Popular posts from this blog

Wajah Bulan

Pendosa

Mendung