Bunga Tidur
Pernahkah kamu melihat wajah bulan yang berubah menjadi purnama
Pada saat nafas malam yang tersendat
:Disanalah
Tepatnya aku mendengar tangisan nelangsa Diatas kuburan tak bernisan
Seperti memanggil kematianku
Namun malaikat maut belum datang juga menjemputku
Bersama tangisan anjing
Melolong kesakitan
Dan juga bersama satu cahaya lampu, satu cahaya bulan yang beratpkan awan hitam
Kala itu
Hingga pagi datang
Angin masih menjadi nafas ketiadaan
Bersama nyanyian burung pagi itu
Nafasku masih sempurna di rongga hidung.
:ini hanya sebuah mimpi
Tentang kematian.
Comments
Post a Comment